“Saya melihat ini bukan hanya masalah kemanusiaan. Di Aceh Timur, dari .50 orang pengungsi yang turun dari kapal, setelah diperiksa ternyata 28 orang tidak murni rohingya, tapi Banglades.
Ini ada Indikasi penyelundupan manusia, dari 2015 hingga sekarang sudah lebih 4000 Rohingya ke Aceh”, kata Irjen Pol Achmad Kartiko.yang dalam pertemuan dengan wartawan didampingi para pejabat tinggi Polda dan jajarannya.
“Terkait koordinasi dengan pusat, pada saat pak Jokowi transit di Bandara Blang Bintang menju Dubai, bersama pak Pj.Gubernur sudah melaporkan kepada Presiden, saat itu 400 orang pengungsi baru masuk.
Pak Presiden sudah memberikan tanggapan memerintahkan instansi terkait untuk melakukan rapat-rapat menangani hal ini”, kata Kapolda.
Untuk pengamanan dilaut pihak Polda selain hanya memilik 12 kapal dan helikopter, sangat terbatas, juga koordinasi dengan TNI AL.
Pasca Polda Aceh berkomunikasi dengan UNHCR, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan Rohingya akan berada di Aceh.
Terakhir Kapolda Aceh mengatakan pentingnya kontribusi wartawan untuk menyampaikan informasi publik dan mencerdaskan masyarakat, terutama dalam upaya meningkatkan ketertiban masyarakat. [[







