Menarik memang jika mencermari perjalanan kampanye Sofyan Dawood. Berbeda dengan caleg lain, Sofyan Dawood lebih mengedepankan gerakan politik bernuansa perjuangan.
Di setiap kunjungannya Sofyan Dawood lebih mengedepakan diskusi politik dengan masyarakat ketimbang langsung membicarakan soal kerja mengumpulkan suara.
Sofyan Dawood sosok yang berani secara terus terang menolak politik uang. Dengan kata lain, tawaran untuk membeli suara langsung ditolak mentah-mentah.
Sofyan Dawood juga tidak bersedia menabur janji dalam setiap pertemuannya baik dengan tim pendukung maupun dengan masyarakat. Satu-satunya janji yang disampaikan adalah dirinya akan kembali mengunjungi 15 daerah begitu diumumkan sebagai caleg terpilih.
Pada kunjungan kembali itulah Sofyan Dawood akan membuat perjanjian dengan daerah di Dapil pemilihan. Dengan melibatkan berbagai kalangan akan menyusun agenda politik yang harus diperjuangkannya di Jakarta.
Menurutnya, semua caleg sangat mungkin menjanjikan banyak hal, termasuk akan siap melakukan kontrak politik. Bahkan, dirinya mengaku bisa membuat daftar janji yang lebih banyak lagi dari caleg lainnya.
Namun, janji itu akan musnah, apalagi jika caleg harus menang dengan politik uang yang super besar. Mereka yang menang mengaggap kemenangannya sudah dibayar lunas dan saatnya mengembalikan uang yang sudah dihabiskan.
Alat Peraga Kampanye Sofyan Dawood juga berbeda dengan caleg lainnya. Tidak terlalu meriah. Dirinya lebih suka bertemu dan berdialog langsung dengan tim dan warga sehingga bisa berdiskusi politik. Satu-satunya APK yang banyak dibagi adalah kartu nama.







