Iswanto juga berharap program positif ini harus mendapat dukungan dari semua pihak, karena dengan banyaknya kegiatan positif ini, anak-anak Aceh Besar berhasil di masa depannya.
“Harapan kita program makan gratis ini dalam bentuk sumber protein hewani, disertai edukasi pangan dan gizi sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada generasi emas tahun 2045 dengan melibatkan partisipasi multi stakeholder baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga pihak sekolah,” tutur Iswanto.
Di sisi lain, Pj Bupati Iswanto menyebutkan, dari data dan informasi yang beredar selama ini, simulasi program makan siang gratis bagi siswa siswi SMP di Aceh Besar ini, adalah yang pertama di Aceh.
“Simulasi program makan siang gratis, sepertinya Aceh Besar merupakan kabupaten pertama yang melakukannya,” pungkas Iswanto.
Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Darul Imarah Affilinda SPd MPd menyampaikan, sekolah yang ia pimpin siap menjalankan program makan siang gratis, karena mendapat dukungan dari keluarga besar sekolah dan orang tua pelajar.
“Dengan dukungan semua warga sekolah dan pemerintah, program ini sangat baik, dan SMP 1 Darul Imarah siap untuk merealisasikan program ini secara berkelanjutan,” katanya.
Dijelaskan juga untuk simulasi makan siang gratis pada simulasi ini dikhususkan kepada 54 siswa dan siswi yatim dan piatu dari kelas 7 sampai kelas 9. “Makan siang gratis saat simulasi ini khusus untuk siswa yatim dan piatu,” sebutnya.
Adapun menu ‘makan siang bergizi’ ala SMPN 1 Darul Imarah itu disajikan dengan menu antara lain, nasi putih dengan lauk yang terdiri atas ayam goreng, tempe bacem, sambal goreng tahu, ikan goreng, sop wortel dan kol.







