Kegiatan positif ini, kata Mellani akan menjadikan wastra-wastra karya desainer Aceh bisa berbicara banyak di tingkat nasional maupun internasiona.
Aceh kaya akan wastra
Wastra-wastra Aceh dengan berbagai motif seperti Pinto Aceh, Pucuk Rebong, Songket Aceh, dan lainnya saat ini mulai dikenal oleh masyarakat luas.
Bahkan motif-motif itu juga digunakan oleh para desainer nasional di panggung fesyen internasional. Dua tahun lalu, gaun dari songket motif Aceh hasil rancangan desainer Didiet Maulana yang dikenakan Ariel Tatum l mendapat respons positif publik saat tampil di ajang Paris Fashion Week.
Mellani mengatakan pagelaran busana di event AMFF ini menjadi pintu untuk desainer Aceh mengambil momentum untuk berkolaborasi dengan desainer nasional.
“Harapan saya di AMFF ini desainer-desainer Aceh bisa berkolaborasi dengan desainer-desainer nasional, tentunya tetap membawa motif-motif Aceh,” katanya.
Ia menargetkan wastra Aceh bisa lebih dikenal tidak hanya di tingkat nasional melainkan tembus Internasional. Apalagi di setiap daerah di Aceh memiliki masing-masing ciri khas motif wastra.
Untuk itu Pemerintah Aceh terus mempromosikan produk UMKM dan ekonomi kreatif khususnya di bidang fesyen untuk bisa bersaing atau minimal naik kelas.
“Kita akan terus membangun produk-produk UMKM yang ada di Aceh dan saya ingin membantu regenerasi perajin wastra yang ada di Aceh. Target ke depannya wastra Aceh ini dikenal oleh dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin yang hadir dalam kegiatan itu mengaku akan terus mendorong karya desainer Aceh untuk bisa unjuk diri di tingkat nasional.







