Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan, koordinasi, dan kerja sama lintas sektor guna mempercepat penurunan stunting.
Intervensi ini akan dilakukan di seluruh Posyandu, menyasar ibu hamil, balita, dan calon pengantin, ujar Plh. Bupati.
Untuk mencapai tujuan tersebut Ia mengajak seluruh OPD terkait untuk meningkatkan intervensi spesifik dan sensitif, melaksanakan edukasi gizi, menyediakan pelayanan kesehatan optimal, serta memperkuat kerjasama dengan pihak swasta.
Masyarakat turut diajak untuk terlibat aktif dalam mengakses Posyandu. Plh. Bupati mengungkapkan optimismenya, bahwa dengan kerja keras dan kerjasama semua pihak, angka stunting di Kabupaten Pidie dapat diturunkan.
“Mari kita wujudkan Pidie yang bebas stunting, demi masa depan anak-anak kita yang lebih baik,” demikian ajakan Plh. Bupati Pidie, Drs. Samsul Azhar.
Sementara itu, Plt. Kadinkes Pidie, dr. Muhammad Dwi Wijaya menyampaikan, bahwa acara ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Pidie pada masa yang akan datang.
Beriringan dengan kegiatan ini, kata Plt. Kadinkes, juga dilaksanakan monitoring evaluasi pelaksanaan kelompok posyandu Seulanga, Gampong Meunasah Ara.
“Juga sebagai bentuk apresiasi, turut diberikan piagam penghargaan kepada Camat, TP-PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas Kembang Tanjong, Keuchik dan TP-PKK Gampong Meunasah Ara atas kesuksesannya menzerokan balita stunting setelah menjadi lokus stunting sejak tahun 2017 sampai 2020. Dan pada 2021 sampai saat ini gampong tersebut sudah bebas dari balita stunting”, terang dr. Muhammad Dwi Wijaya.







