Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Menggemakan Syiar dari Jantung Pemerintahan

68
×

Menggemakan Syiar dari Jantung Pemerintahan

Sebarkan artikel ini
IMG 20240721 WA0050

Jamaah itu benar benar telah menyatu dari sisi hati. Karenanya, untuk konsumsi pun mereka ikut menyumbang, mulai dari sekadar bandrek, roti sele samahani hingga kuah beulangong kambing dan eungkot payapun ikut ditalangi jamaah. Benar benar menyatu dengan nurani.

Balee itu telah berkalang periode menjadi bangunan lapuk tak pernah digunakan. Dulunya Balee yang menjadi tempat shalat berjamaah bagi tamu yang datang ke Meuligoe Bupati itu, dibangun kala Pj Bupati Rusli Muhammad. Saat itu Meuligoe seperti kembali kepada ‘ruh’ nya setelah sunyi sepi tak dihuni secara rutin. Namun nasib balee itu kembali terlupakan hingga nyaris rubuh dengan lantai yang keropos dan atap yang bocor di sana sini.

Kondisi itu berlangsung hingga beberapa kali periodesasi kepala daerah. Nyaris sejak dua tahun terakhir Balee itu kembali dihidupkan dengan terlebih dahulu direnovasi, seiring digelarnya pengajian rutin.

Bukan hanya pengajian untuk kaum lelaki yang diasuh oleh Abah Junaidi. Meuligoe juga dihidupkan dengan pengajian rutin setiap Selasa petang di aula utama, yang diikuti oleh kaum ibu.

Selain dari seputaran Kota Jantho, pengajian ini juga diikuti ibu ibu pengurus PKK dan Bunda Paud Kecamatan se-Aceh Besar. Tentu saja yang bertindak sebagai tuan rumah adalah Cut Rezky Handayani, sebagai Pj Ketua PKK Aceh Besar.

Pengajian itu diasuh oleh ustad Masrul Aidi Lc MA yang juga pemimpin Dayah Babul Maghfirah Cot Keueung, Kutabaro.
Setelah lama menjadi simbol keberadaan pemerintahan dan ‘teronggok’ sepi di perbukitan, Meuligoe Bupati Aceh Besar dalam dua tahun terakhir mulai hidup lagi.

Girl in a jacket