Selain itu Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun juga meningkat menjadi Rp24 triliun, bertambah Rp1 triliun atau sebesar 3,89 persen, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sisi pembiayaan juga meningkat. Untuk Juni 2024, pembiayaan Bank Aceh Syariah naik menjadi Rp19,3 triliun, bertambah Rp1,6 triliun atau sebesar 8,794 persen, jika dibandingkan periode yang sama.
Selain itu, untuk tingkat kesehatan bank, posisi Juni 2024, secara keseluruhan Bank Aceh menunjukkan performa yang baik. Posisi Non Performing Financing (NPF) terkonsolidasi di angka 1,39 persen.
Selain itu, capaian laba aktual juga lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk Juni 2024, capaian laba Bank Aceh sebesar Rp254,6 miliar, atau lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 250,4 miliar.
“Memperingati usianya yang ke-51 tahun ini, Bank Aceh Syariah telah melakukan sejumlah lompatan yang patut diapresiasi. Beberapa fitur layanan telah mampu dihadirkan secara bersamaan, seperti layanan Action Cash untuk memudahkan transaksi tarik dan setor tunai tanpa menggunakan kartu ATM, cukup melalui aplikasi Action Mobile Banking Bank Aceh,” kata Zulkifli.
Zulkifli menambahkan, keberadaan fitur-fitur layanan ini tidak hanya memudahkan nasabah dalam bertransaksi, tetapi juga semakin menambah kepercayaan nasabah kepada Bank Aceh Syariah yang kita cintai ini.
“Namun, kita juga harus menyadari bahwa tantangan di masa depan semakin kompleks. Perubahan teknologi dan dinamika perekonomian global menuntut kita untuk terus beradaptasi dan berinovasi,” kata Zulkifli berpesan.







