Dinilai Berpotensi Mengusik Damai Aceh
Banda Aceh – Acehinspirasi.com – Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Cutman, ikut menentang keras keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Aceh karena dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan perdamaian di Aceh pasca konflik.
Hal tersebut disampaikannya, merespon gencarnya penolakan terhadap deklarasi KAMI diberbagai wilayah di provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia, Kamis, (05/11/2020).
Mantan petinggi kombatan GAM tersebut mengingatkan publik dan elit politisi agar serius dan konsisten merawat perdamaian di Aceh.
‘Jangan sampai dengan mudahnya disusupi oleh kepentingan agenda politik oknum politisi yang gagal hingga menyeret massa dengan dalih apapun termasuk menggunakan “Jubah Agama” mengakali publik,” tuturnya.
Cutman mengingatkan, 30 tahun sudah konflik Aceh, mulai DI/TII hingga GAM yang kian terus berulang secara berkepanjangan hingga berakhir damai.
Maka, sebut Cutman, hal yang penting dan wajar jika rakyat Aceh menentang keras narasi politik identitas yang dimainkan KAMI, mengingat Aceh terlalu sensitif dalam hal isu yang membawa dalil-dalil agama tertentu.
Oleh karenanya, Ia mengingatkan bahwa damai Aceh masih relatif belum terlalu kokoh, karena masih adanya sejumlah butir-butir MoU yang secara penuh belum terealisasi pasca perdamaian.
“Kita menghimbau semua pihak jangan memprovokasi isu yang menciptakan perpecahan dengan membuat polarisasi ummat yang bakai menimbulkan gesekan sosial antara kubu yang pro dan kontra.






