“Kita tidak bisa mencegah bencana, namun kita bisa meminimalisir dampak bencana, baik korban nyawa maupun harta benda. Karena itu, sosialisasi terkait mitigasi bencana harus terus kita lakukan secara masif, untuk membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana,” kata lulusan terbaik STPDN angkatan pertama itu.
“Di sisi lain, Pemerintah Aceh juga siap terjun langsung mengirimkan personil dan bantuan lainnya, ke daerah-daerah yang sedang tertimpa bencana,” ucap mantan Pj Gubernur Kalimantan Selatan itu.
Sebelumnya, dalam sambutannya Pj Gubernur mengapresiasi BNPB atas penunjukan Aceh sebagai tuan rumah peringatan Bulan PRB 2024. Safrizal optimis, kegiatan ini akan mampu membangun kesadaran masyarakat tentang pantingnya pemahaman terkait mitigasi bencana dalam upaya membangun kesiapsiagaan dan tangguh bencana.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, pada kesempatan tersebut menjelaskan, meski merupakan kegiatan seremoni, namun Bulan PRB juga melakukan aksi nyata, mulai dari penanaman mangrove, sosialisasi terkait mitigasi bencana serta sejumlah kegiatan lainnya.
Suharyanto menambahkan, tren bencana di tahun 2024 cenderung menurun, kecuali di Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Barat yang tinggi angka kejadian bencananya. Kepala BNPB meyakini, salah satu faktor penurunan ini juga disebabkan oleh kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana.
“Karena itu, upaya mitigasi akan terus kita lakukan secara masif. Oleh karena itu, BNPB tentu akan mendukung penuh peringatan 20 tahun tsunami Aceh pada 26 Desember mendatang, agar pesan mitigasi tersampaikan secara lebih masif,” kata Kepala BNPB. []






