Dalam sambutannya, Ketua MTI Wilayah Aceh, Yusria Darma menyampaikan Sebagai kader masyarakat, MTI diharapkan dapat mendukung dalam pembangunan transportasi nasional yang berkelanjutan dengan memberikan peranan besar melalui inovasi di bidang transportasi, khususnya terkait hal-hal yang yang dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas, tentunya dengan kolaborasi bersama bidang tranportasi lainnya.
Dalam acara tersebut, Ketua IKAALL-STTD Aceh, Hanung Kuncoro menyampaikan Pemerataan alumni dari 23 (dua puluh tiga) Kabupaten/Kota di Aceh terdapat 4 (empat) Kabupaten yang belum memiliki alumni, sampai dengan saat ini alumni yang tersebar di Provinsi Aceh yaitu berjumlah 137 orang.
Diharapkan pada tahun yang akan datang wilayah tersebut dapat diisi sehingga dapat memberikan kontribusi melahirkan ide dalam membangun transportasi yang baik dan mampu menangani permasalahan di sektor transportasi darat khusunya jalan yang kian muncul. Menjaga komitmen berkerjasama dan bersinergi merupakan fondasi dalam dala tata Kelola transportasi.

Acara penandatangan MoU antara MTI Wilayah Aceh dan DPD IKAALL-STTD Aceh dan foto bersama, Senin (11/11/2024) di Hotel Hermes Palace, Kota Banda Aceh. (Foto: Istimewa).
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal menyampaikan dalam arahannya bahwa IKAALL-STTD Aceh dan MTI dapat saling bersinergi dalam melakukan kolaborasi untuk mewujudkan transportasi Aceh yang lebih baik dan Upaya menekan angka kecelakaan di Provinsi Aceh
Pada akhir acara, Sekretari Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP IKAALL-STTD, Haris Muhammadun menambahkan dalam sambutannya “Kalau anda ingin melihat kemajuan suatu kota maka lihatlah tatanan transportasi nya, kalau baik maka kota tersebut maju, tapi jika buruk maka kota tersebut mengalami kemunduran, kenapa demikian? Karena tatanan transportasi adalah sebuah peradaban.







