“Melalui pilar edukasi, kita menyasar siswa (SMA) dan mahasiswa serta masyarakat sekitar perusahaan untuk kita jelaskan praktik penambangan yang baik itu seperti apa,” kata Adi.
Edukasi sangat penting karena ada kecenderungan di masyarakat setiap mendengar kata tambang kesannya cenderung negatif.
“Nah, kita ingin mengubah kesan itu dengan memperlihatkan praktik penambangan yang sesuai. Kita juga tak ingin selalu dihubungan dengan masalah seperti pencemaran lingkungan, merusak, bahkan kalau di Lhoknga sana, kekeringan pun dianggap kami penyebabnya,” tandas Adi.

Quarry Manager/Kepala Teknik Tambang PT SBA, Adi Handarbeni memberi penjelasan terkait bidang penambangan PT SBA pada pertemuan dengan Pengurus PWI Aceh di Banda Aceh, Rabu, 13 November 2024. (Dok PWI Aceh)
Sejatinya, kata Adi pihaknya akan secara terus menerus melakukan proses edukasi mulai dari proses semen, tambang dan CSR-nya seperti apa.
“Dalam konteks inilah PT SBA merasa sangat perlu berkolaborasi dengan PWI yang membawahi wartawan lintas media. Tujuannya agar praktik baik yang kami lakukan di perusahaan bisa diketahui secara meluas dan pada akhirnya mengubah image negatif menjadi positif,” ujar Adi Handarbeni dibenarkan Head of Media PT SBA, Faraby Azwany.
Dikatakannya, dengan usaha terus menerus (edukasi) yang juga berbasis data-data ilmiah oleh para ahli, lama kelamaan mulai terbentuk pikiran positif di masyarakat, ternyata tambang kalau dikelola sesuai aturan tidak merupakan ancaman, tetapi malah memberikan keuntungan.







