Scroll untuk baca artikel
iklan
Aceh

Menghadirkan Industri Hospitality di Banda Aceh: Catatan dari Silaknas ICMI di Bogor

110
×

Menghadirkan Industri Hospitality di Banda Aceh: Catatan dari Silaknas ICMI di Bogor

Sebarkan artikel ini
IMG 20241215 WA0040

Makanya, Pak Taqwa selama saya sebagai Pj Gubernur paling sering mengadakan event-event nasional, bahkan internasional di Bansa Aceh. supaya apa ? Supaya banyak orang datang ke Aceh, membawa uang dan membelanjakan uangnya di Aceh. Hal ini penting agar ekonomi Aceh bergerak, agar bisnis perhotelan, bisnis transportasi, bisnis sovenir, bisnis kuliner dan bisnis terkait lainnya hidup bergairah di Aceh. Meunan Pak Taqwa, stressing Safrizal, yang masih penjabat tinggi di Kemendagri ini.

Saya dan beberapa teman yang hadir dalam pertemuan di Hotel Hermes Banda Aceh saat itu manggut-manggut mendengar penjelasan Pak Safrizal. Dalam hati saya, “ini orang makin kelihatan pintar dan berwawasan luas setelah menjadi Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan dan Penjabat Gubernur Bangka Belitung. Ini layak menjadi Gubernur Aceh masa depan”.

Minggu lalu saya menghadiri acara Tanwir Muhammadiyah di Kupang NTT. Acara ini dihadiri oleh Presiden Prabowo dan lebih dari setengah Menteri Kabinet Merah Putih. Dengar-dengar uang beredar dalam perhelatan Muhammadiyah itu puluhan Milyar. Walikota Kupang, warga masyarakat Kupang yang saya temui, penjual ikan bakar dan penjual sovenir di Pasar Solor senangnya bukan main dengan kehadiran kami yang berbelanja dilapak mereka. Berkali-kali mereka ucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah sudah buat acara di kota kami. Atas dasar ini, baru saya paham pantaslah ada 6 PWM yang menyampaikan hasrat secara terbuka agar Tanwir tahun depan dibuat di provinsi mereka.

Kali ini, Jumat, Sabtu Mingggu, 13 – 15 Desember 2024, saya bersama 23 Pengurus ICMI dari Aceh hadir di Bogor untuk mengikuti Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) ICMI.

Girl in a jacket