Scroll untuk baca artikel
iklan
Aceh

Menghadirkan Industri Hospitality di Banda Aceh: Catatan dari Silaknas ICMI di Bogor

110
×

Menghadirkan Industri Hospitality di Banda Aceh: Catatan dari Silaknas ICMI di Bogor

Sebarkan artikel ini
IMG 20241215 WA0040

Dari perhitungan menghadiri pertemuan di Banda Aceh, Kupang NTT, dan Bogor Jawa Barat selama Desember 2024 ini saya memperkirakan bisa membawa uang masuk ke daerah-daerah dimana acara itu digelar bisa mencapai belasan milyar. Wah ini lahan bisnis yang patut kita kembangkan.

Tahun lalu, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan sopir taxi di Bangkok Thailand. Dia muslim dan berasal dari Naritya Thailand Selatan.

Saya memulai pembicaraan, “Thailand semakin maju iya, berbeda dengan beberapa tahun lalu. Apa sumber utama pendapatan Thailand”. Dengan ramah dan akrab dalam bahasa Melayu, dia jawab, “pendapatan utama kami dari industri pariwisata pak. Kami tidak banyak industri manufactoring. Andalan kami hanya pariwisata saja”.

Jawaban senada pernah saya dengar dari seorang pemandu turis di Vollendam dan Kukenhauf pada awal April 2018 lalu di Belanda. Negara kecil yang sangat bersih dan tertib ini juga mengandalkan industri pariwisata sebagai sumber utama pemasukan negara mereka.

Belanda adalah negara kecil, yang dengan pelayanan kereta api cepatnya yang bagus dan nyaman, kita bisa keliling negara ini dalam waktu satu hari. Benar-benar hospitality.

Catatan ini secara naratif membuktikan bahwa industri hospitality dalam bisnis pariwisata benar-benar dapat memberikan pendapatan yang nyata bagi warga setempat. Karenanya, saya sarankan agar usaha-usaha dibidang pariwisata di Aceh, utamanya di Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang dan Aceh Tengah terus dikembagkan dan ditingkatkan mutu pelayanannya.

Semoga dengan diangkatnya Almuniza Kadis Pariwisata Provinsi Aceh sebagai Pj Walikota Banda Aceh, maka industri hospitality yang mengandalkan pada keramahan dan pelayanan yang baik dalam bisnis pariwisata semakin berkembang di Banda Aceh. Semoga. Insya Allah. ***

Girl in a jacket