Agenda Silaknas ini adalah untuk saling menyampaikan laporan kerja tahunan, baik oleh Majelis Pengurus Pusat (MPP), Badan Organisasi Otonom (Batom), maupun oleh Majelis Pengurus Wilayah (MPW).
Saya selaku Ketua MPW ICMI Aceh bersama para Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah ICMI Kabupaten/Kota berangkat ke Bogor berjumlah 23 orang. Rata-rata per provinsi mengirimkan 20-an orang. Ditambah dengan peserta Organisasi Daerah (Orda) yang datang dari berbagai daerah kabupaten kota, maka total peserta yang hadir pada acara Silaknas ICMI di Bogor ini mencapai 1500-an orang.
Dengan jumlah orang yang hadir sebanyak 1.500 yang harus membayar kontribusi wajib untuk panitia guna membiayai akomodasi sebanyak Rp. 2.500.000 juta per orang. Belum lagi ongkos penerbangan, transportasi lokal, pengeluaran masing-masing pribadi selama di Bogor. Maka, perkiraan saya, dalam tiga hari ini uang yang mengalir dari peserta ke acara seperti ini bisa mencapai milyaran.
Berangkat dari dua pengalaman di atas dalam dua minggu ini. Saya terpikir kembali, benar juga apa yang dikatakan oleh Dr Safrizal awal Desember lalu di Hotel Hermes Banda Aceh. Bahwa industri hospitality juga akan mendatangkan miliaran rupiah kepada kita. Apalagi beliau ungkapkan hal tersebut di depan 23 Kapolres dan juga di depan 23 orang Kepala Kantor Pertanahan se-Provinsi Aceh. Yang tentu saja mereka hadir ke Banda Aceh dengan membawa sopir dan bawahannya. Agenda seperti ini saja, sudah menghadirkan orang ke Banda Aceh mencapai 200-orang. Yang mungkin saja semua mereka berbelanja kebutuhannya selama mereka berada di Banda Aceh. Ini jika dirupiahkan bisa mencapai ratusan juta. Belum lagi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh penyelenggara kegiatan.







