Safrizal menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai potensi kerawanan, terutama di jalur penyeberangan, tol, jalur arteri, transportasi umum, dan tempat wisata.
“Kesiapan personel, perlengkapan, strategi operasi, dan koordinasi antar instansi harus dilakukan dengan optimal demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” katanya.
Sebagai tanda dimulainya Operasi Lilin 2024, Safrizal menyematkan pita operasi kepada perwakilan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan Aceh. Safrizal berharap seluruh elemen yang terlibat dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan mendukung kelancaran serta keamanan Nataru di seluruh wilayah Aceh.
Safrizal juga memberikan imbauan kepada masyarakat Aceh untuk menjaga ketertiban selama perayaan Nataru. “Kita harus tetap menjaga situasi kondusif di daerah ini. Hindari hal-hal yang mengganggu ketenteraman orang lain.
Karena kita adalah negeri syariah, mari indahkan imbauan pemerintah dan hindarkan kegiatan yang melanggar syariah,” tegasnya.
Safrizal mengajak masyarakat untuk menikmati tempat-tempat wisata yang tersebar di seluruh Aceh, sembari menonjolkan keramahan khas Aceh kepada para pengunjung.
“Banyak yang memilih Aceh untuk berlibur. Mari kita junjung nilai hospitality, memuliakan tamu, dan membuat mereka berkesan selama berlibur di Aceh,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol Acmad Kartiko menjelaskan bahwa di Aceh, Operasi Lilin Seulawah melibatkan 1.213 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas hingga Jasa Raharja.
“Kami fokus mengamankan beberapa objek seperti gereja serta objek-objek lain seperti terminal, pelabuhan, pusat perbelanjaan, dan lokasi-lokasi wisata. Tujuannya adalah memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa gangguan kamtibmas,” kata Kapolda.







