“Alhamdulillah potensi itu menjadi jalur tersendiri untuk membangkitkan kemandirian ekonomi Aceh Besar di masa kepemimpinan baru Aceh Besar lima tahun ke depan,” tandas Iswanto.
Dalam kesempatan itu, Iswanto menceritakan sedikit pengalaman suka dan duka selama nyaris tiga tahun memimpin Aceh Besar. Intinya ia memberi masukan, kunci utama dari sukses itu adalah sinergi, kolaborasi dan komunikasi yang harmoni dengan semua jajaran, baik itu di tataran Forkopimda, legislatif, lintas elemen masyarakat serta koordinasi yang solid dan terukur dengan jajaran OPD, camat hingga keuchik sekalipun.
“Kita bisa lega, dengan latar terpilihnya Syech Muharram/Syukri yang benar benar melalui embrio rakyat dan diberi amanah oleh mayoritas rakyat di Aceh Besar, serta jam terbang Pak Syukri sebagai mantan ASN yang tak diragukan lagi.
Tentu Aceh Besar ke depan punya modal kuat dari sosok Syech Muharam/Syukri A Jalil,” tegas Iswanto.
Iswanto sendiri yang punya peran terbatas sebagai seorang penjabat kepala daerah–terutama untuk fungsi koordinatif, menyukseskan Pileg dan Pilkada serta PON ke-21– namun tetap mampu menghadirkan perbaikan dan pembangunan infrastruktur di Aceh Besar. Baik sektor ke-PU-an, pertanian hingga pendidikan dan kesehatan.
Pertemuan silaturrahmi dalam durasi nyaris dua jam tersebut, benar benar memberi makna mendalam bagi kedua pihak. Terutama bagi Bupati/Wakil Bupati terpilih Aceh Besar, sebagai bekal road map atau peta jalan menuju kepemimpinan di Aceh Besar selama lima tahun ke depan. Tak salah jika di akhir pertemuan, Syech Muharram/Syukri menyatakan rasa terimakasih atas pertemuan yang berlangsung hangat itu. ***







