Memasuki babak kedua, Pemkab Aceh Besar melakukan beberapa rotasi pemain, termasuk memasukkan Imam Munandar yang menghuni sayap kiri. Rotasi itu mampu membuat lini serang Pemkab Aceh Besar makin menggigit.
Skema serangan tim tamu yang makin impresive, membuat mereka mengambil peran di lini tengah dan mengalirkan bola ke garis pertahanan tuan rumah.
Carbaini, Agus Husni dan Subhan Proyek yang mengambil peran sebagai jangkar, sukses mengirimkan peluang untuk lini serang yang dihuni Abdullah, Ngoh Fakhrur, Bobo, Imam Munandar dan elkapiten Iswant.
Hasilnya, baru 10 menit babak kedua, Subhan Proyek yang melesat ke kotak 16 memanfaatkan kolaborasi zik zak dengan Carbaini dkk mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor ini bertahan hingga pertengahan babak kedua.
Menyadari lawan mulai on fire, tuan rumah , Angkasa FC bangkit balik melakukan tekanan. Endurance lebih mereka sukses membuat tim berkostum biru biru itu baik membuat lini belkang Pemkab Abes balik kocar kacir.
Buktinya, wasit menunjuk titik putih 12 pas alias penalti, usai salah seorang defender Pemkab Aceh Besar melakukan pelanggaran di kotak penalti. Sayang, peluang tersebut gagal setelah tendangan pemain Angkasa FC berhasil ditepis oleh penjaga gawang Pemkab Aceh Besar, Fahmi.
Namun Pemkab Aceh Besar akhirnya sukses memastikan kemenangan mereka, setelah sebuah assist dari Imam Munandar yang berlari sejajar berhasil mengirimkan umpan pendek yang dikonversi menjadi gol oleh Muhammad Iswanto.
Dengan sekali sentuh, Iswanto menendang secara terukur si kulit bundar merobek jala gawang Angkasa FC, sepuluh menit menjelang laga berakhir. Gol itu bertahan hingga laga dituntaskan oleh pengadil. Tak ada insiden di luar koridor sportivitas dalam laga persahabatan sekaligus silaturrahmi kedua lembaga tersebut.







