Komitmen memperkuat perlindungan hutan dan kelembagaan adat di Aceh Besar mengemuka dalam kegiatan Audiensi dan Konferensi Pers “Meuseuraya Rimba Aceh Lhee Sagoe” yang digelar Yayasan Suluh Lingkar Seulawah sebagai rangkaian Pra Duek Pakat Pawang Glee, Peutua Sambinoe, dan Imum Mukim Aceh Besar, di Aula UDKP Kecamatan Lhoknga, Sabtu (25/7/2026). Foto/Dok: Acehinspirasi.
Aceh Besar, Acehinspirasi.com l Komitmen memperkuat perlindungan hutan dan kelembagaan adat di Aceh Besar mengemuka dalam kegiatan Audiensi dan Konferensi Pers “Meuseuraya Rimba Aceh Lhee Sagoe” yang digelar Yayasan Suluh Lingkar Seulawah sebagai rangkaian Pra Duek Pakat Pawang Glee, Peutua Sambinoe, dan Imum Mukim Aceh Besar, di Aula UDKP Kecamatan Lhoknga, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang diikuti para tokoh adat hutan, Imum Mukim, Pawang Glee, Peutua Sambinoe, serta Ketua DPRK Aceh Besar itu menjadi ruang dialog untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pelestarian hutan, penguatan kelembagaan adat, hingga perlunya regulasi yang lebih berpihak terhadap masyarakat adat.
Dalam forum tersebut, para tokoh adat menyerahkan rekomendasi kepada DPRK Aceh Besar yang memuat sejumlah masukan strategis mengenai perlindungan kawasan hutan, pengakuan terhadap peran kelembagaan adat, serta penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan audiensi bersama Ketua DPRK Aceh Besar dan konferensi pers bersama awak media.
Panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam menjaga hutan Aceh yang selama ini menjadi penyangga kehidupan masyarakat sekaligus aset penting bagi keberlanjutan lingkungan.







