“Program ini luar biasa, dan Alhamdulillah Aceh Besar menjadi kabupaten pertama yang melaksanakannya setelah Presiden dilantik. Kami sangat siap mendukung dan menyukseskan program ini.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berkontribusi,” ujar Muhammad Iswanto.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan anak-anak untuk selalu bersyukur atas kesempatan ini dan tetap semangat dalam menuntut ilmu.
“Tidak semua sekolah mendapatkan program seperti ini. Jadi, anak-anak harus bersyukur dan terus belajar dengan giat agar bisa meraih masa depan yang lebih cerah,” tambahnya.
Namun, ia mengakui bahwa tantangan utama dalam distribusi MBG di Aceh Besar adalah jarak antar-sekolah yang cukup jauh. Untuk mengatasi kendala ini, ia menyebut bahwa TNI dan Polri siap membantu dengan mendirikan dapur umum agar program ini dapat menjangkau lebih banyak anak-anak di daerah terpencil.
Ketua Umum DPD IWAPI Aceh, Mainar Novita, menjelaskan bahwa program MBG ini dilakukan secara serentak di 50 titik di Indonesia dan Malaysia, dengan total 64.000 paket makanan bergizi yang dibagikan di seluruh Indonesia.
Di Aceh sendiri, ada 1.350 paket MBG dialokasikan, dengan Aceh Besar sebagai daerah pertama penerima manfaat MBG dari IWAPI Aceh.
Pada hari yang sama, selain di SD Mon Singet, pembagian juga dilakukan di SD Kuta Pasie dan SD Lampaseh Montasik. “Kami memilih SD Mon Singet sebagai lokasi simbolis karena adanya keterlibatan orang tua murid yang juga merupakan pengurus IWAPI. Mereka lebih memahami kondisi sekolah dan kebutuhan anak-anak,” jelas Mainar Novita.







