Arbiansyah menekankan bahwa Zulfadli lebih fokus pada aspek administrasi yang harus jelas dan sah agar tidak menimbulkan masalah hukum di masa depan, bukan pada hal-hal yang bersifat personal atau menyerang individu tertentu.
Ia menilai Zulfadli tidak ingin ada masalah yang membelit Mualem, yang merupakan Gubernur Aceh sekaligus Ketua Partai, terkait administrasi SK Plt Sekda Aceh.
“Zulfadli merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik dan kepentingan Mualem, terutama agar tidak ada dampak negatif apabila ada masalah hukum terkait administrasi SK tersebut,” jelasnya.
Kata Arbiansyah, kalau Zulfadli berupaya untuk memastikan bahwa segala urusan administrasi dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan persoalan di masa depan yang bisa merugikan pihak-pihak terkait.
“Seharusnya YARA tidak latah menyampaikan pernyataan terkait pergantian Ketua DPRA, sehingga terlihat jelas ada kepentingan pribadi dalam pernyataan itu,” tegas Arbiansyah yang merupakan pendiri Partai Aceh Wilayah Aceh Tenggara. ***







