Kegiatan ini sudah berlangsung selama 14 tahun dan menjadi tradisi tahunan di Kota Lhokseumawe.
Pembagian Kanji Rumbi ini sepenuhnya didanai oleh sedekah dan infak dari masyarakat, tanpa menggunakan dana dari APBK atau infak masjid. Setiap harinya, sebanyak 1.200 hingga 1.500 orang menerima manfaat dari program ini.
Panitia kegiatan menjelaskan bahwa sumber dana untuk pembagian Kanji Rumbi berasal dari sedekah baik dari Forkopimda Kota Lhokseumawe, OPD, perbankan, maupun masyarakat umum, termasuk para nelayan atau urang tarek pukat.
Sedekah tersebut diberikan baik dalam bentuk uang maupun beras. “Ini semua murni bersumber dari sedekah masyarakat, tanpa ada pemungutan biaya.
Kami berharap ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelas salah seorang panitia.
Semua warga yang hadir berhak menerima pembagian ini tanpa dipungut biaya apapun, dengan syarat setiap orang hanya dapat mengambilnya satu kali, untuk memberi kesempatan kepada orang lain.
Pihak panitia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk membawa tempat sendiri, seperti plastik atau wadah lain, untuk membawa Kanji Rumbi yang dibagikan. []







