Piala juara umum itu diserahkan langsung oleh Kak Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem kepada Teuku Sulaiman (Ampon Man) sebagai Ketua Harian Kwarcab Aceh Besar mewakili Muhammad Iswanto.
Mualem dalam sambutan singkatnya seusai penyerahan Piala Bergilir Juara Umum mengatakan, Musabaqah Tunas Ramadhan merupakan ajang rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kwarda Pramuka Aceh, sebagai salah satu ajang untuk membentuk karakter Islami generasi muda Aceh.
“Musabaqah Tunas Ramadhan telah menjadi ajang pembentukan karakter Islami generasi muda Aceh.
Selama beberapa hari, adik-adik Pramuka telah berkompetisi dalam berbagai cabang, memperdalam ilmu agama, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Ini adalah bukti nyata bahwa Gerakan Pramuka turut berperan penting dalam membangun moral, spiritual dan karakter Islami pemuda Aceh,” tutur Muzakir Manaf.
Gubernur menambahkan, MTR tahun ini mengusung tema ‘Al-Qur’an Perekat Silaturahmi, Pramuka sebagai Teladan Akhlak di Era Digital, bertujuan untuk memastikan bahwa generasi muda Aceh tetap membaca dan mendalami Alquran, sehingga benar benar menjadi genrasi muda yang Islami.
Secara terpisah Ampon Man selaku ketua rombongan yang terus mendampingi kafilah sejak awal menyatakan, capaian juara umum itu adalah hasil nyata perjuangan tanpa kenal lelah adik adik pramuka Aceh Besar.
“Sedikitnya sebanyak 16 gelar diraih adik adik pramuka Aceh Besar dari ajang MTR ke-24. Terimakasih atas dedikasi yang luar biasa dari semua jajaran mulai dari peserta, pengasuh, pelatih hingga Pembina.







