Pameran tersebut menampilkan beberapa mushaf dan Quran tulisan tangan dari abad ke-18 dan ke-19 yang menggunakan kertas Eropa, dan kini masih terjaga dengan baik.
“Pameran ini menjadi salah satu upaya kita untuk melestarikan warisan budaya Islam Aceh, yang tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga sebagai bukti kebesaran peradaban Islam di tanah Aceh,” ujar Fadhlullah.
Tidak ketinggalan, mereka juga meninjau payung elektrik Masjid Raya Baiturrahman yang baru saja direhabilitasi.
Payung elektrik ini merupakan bagian dari pengembangan dan peningkatan fasilitas masjid yang memiliki nilai historis dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat Aceh. []







