Ia meminta semua pihak untuk tidak menampung atau membeli gabah di bawah harga tersebut, dan jika ada yang melakukannya agar segera dilaporkan kepada pemerintah daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Besar sekaligus pendiri Balee Beut Arba’in, Drs. Syukri A. Jalil, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya atas kontribusi besar lembaga ini terhadap lahirnya banyak tokoh sukses di Aceh Besar.
“Balee Beut Arba’in bukan sekadar tempat berkumpul, tapi tempat lahirnya para pemimpin dan tokoh intelektual. Lihat saja, banyak dari kita yang kini duduk di posisi strategis di Kabupaten maupun Provinsi,” katanya.
Ia berharap para pengurus dan alumni Balee Beut terus memberikan dukungan kepada kepemimpinan saat ini dalam membangun Aceh Besar.
Salah satu senior IKAPTK sekaligus tokoh masyarakat Aceh Besar, Drs H. Rusli Muhammad, turut memberikan pandangan reflektifnya.
Ia mengingatkan pentingnya belajar dari pengalaman pemimpin terdahulu dan menyesuaikan diri dengan tantangan zaman.
“Setiap masa ada tantangannya. Jika seorang pemimpin tidak mampu membawa perubahan, maka perubahan itu akan menelan dirinya sendiri,” ungkap Rusli.
Ia pun mengajak seluruh pengurus IKAPTK Aceh Besar untuk bahu membahu mendukung kepemimpinan yang ada demi kemajuan daerah.
Acara Halal Bi Halal ini bukan sekadar ajang temu kangen antar alumni dan tokoh daerah, tetapi juga menjadi panggung pernyataan tekad bersama: mewujudkan Aceh Besar yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera melalui kolaborasi dan semangat gotong royong.







