Ia menyampaikan bahwa pihaknya juga akan segera bergerak untuk menyusun naskah akademik dengan melibatkan para akademisi, berkoordinasi dengan para ulama dan umara (pemimpin pemerintah) serta dengan saudagar-saudagar muslim untuk mendiskusikan hal tersebut.
“Ini adalah pekerjaan yang butuh waktu, tetapi kami akan mencoba untuk menyanggupi tantangan ini. Tentu gagasan-gagasan yang beliau (Plt Kepala Kejati Aceh) tawarkan kami sambut dengan tangan terbuka.
Beliau meminta kami pengurus untuk terus berkoordinasi dan beliau akan mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh. Harapan beliau adalah menyatu semua komponen, baik tokoh senior, tokoh junior, para pemuda Aceh, untuk bersatu padu memberikan kontribusi terbaik bagi Aceh,” ungkapnya.
Nurchalis juga mengabarkan bahwa dalam rentang waktu yang tidak lama lagi pihaknya akan menggelar kegiatan halal bihalal. Dalam kegiatan tersebut, pengurus ISMI pusat akan ikut hadir ke Aceh dengan membawa para pengusaha dari luar. ISMI Aceh berkolaborasi dengan ISMI pusat akan memfasilitasi kehadiran calon investor baru di Aceh.
“Tentu harapan kita bahwa iklim investasi yang ada di Aceh benar-benar kondusif, ketika hadir calon investor ke sini nanti akan betul-betul kita kawal, yang sudah berinvestasi di Aceh kita berikan kenyamanan. Supaya pada akhirnya nanti Aceh bisa menjadi harapan sebagaimana visibel Mualem-Dek Fadh, pertumbuhan ekonomi Aceh yang selaras dengan harapan pertumbuhan ekonomi nasional di angka 8 persen,” pungkasnya. ***






