Di sinilah KAMMI harus hadir, bukan hanya sebagai pengamat, tapi sebagai pelaku perubahan,” tambahnya.
Bupati juga mengingatkan agar KAMMI tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis.
“Jangan sampai KAMMI hadir hanya karena kepentingan politik atau kepentingan oknum. KAMMI harus hadir untuk rakyat, untuk umat, untuk bangsa,” katanya.
Ia menutup sambutannya dengan pesan tegas kepada para kader KAMMI Aceh Besar, “Saya ingin KAMMI punya jiwa militan, dalam arti positif. Militan dalam berpikir, dalam berbuat, militan dalam memperjuangkan kebenaran. Cerdas, berani, dan berakhlak,” imbuhnya
Muharram berharap KAMMI Aceh Besar di bawah kepengurusan baru ini mampu beradaptasi dengan dinamika zaman, serta terus membangun sinergi dengan pemerintah demi kemajuan Aceh Besar yang lebih bermartabat dan sejahtera.
Sementara itu, Dewan Penasehat KAMMI Aceh Besar, Zulfikar Azis, SE, dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan lainnya.
Ia juga mendorong agar Bupati segera mengeluarkan Instruksi Bupati (Inbup) untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal.
“Kita ingin kearifan lokal yang hampir punah ini kembali menjadi fondasi moral dan budaya masyarakat Aceh Besar,” ucapnya.
Ketua Panitia, Abdussalam, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga acara pelantikan berjalan dengan baik.
“Ini adalah momentum penting bagi KAMMI Aceh Besar untuk menunjukkan komitmen dan kerja nyatanya,” ujarnya.







