Kegiatan Capacity Building Bootcamp on Feasibility Study Report melalui pelibatan delapan kabupaten/kota terpilih, seperti Banda Aceh, Sabang, Langsa, Aceh Besar, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah dan Bener Meriah bertujuan untuk meningkatkan kapasitas personil DPMPTSP dan BAPPEDA dalam menyusun FS, tidak hanya untuk memenuhi aspek finansial atau feasibility analisis dan sosial, tapi juga lingkungan.
Plh. Kepala DPMPTSP Aceh, Rahmadhani, M.Bus yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan dalam sambutannya tentang pentingnya proyek-proyek strategis Aceh yang memenuhi aspek finansial, sosial dan lingkungan yang terukur serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Persaingan antar daerah dalam menarik investasi semakin ketat, dan investor semakin selektif dalam memilih lokasi dan proyek yang strategis dan menguntungkan. Oleh karena itu, keberadaan dokumen Feasibility Study atau FS yang layak, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan harapan investor menjadi sangat krusial untuk dimiliki oleh pemilik proyek,” ujar Rahmadhani.
Sementara, kegiatan FGD Debottlenecking of Aceh’s Strategic Investment Project yang dihadiri oleh pemangku kepentingan di tingkat Provinsi dan unsur utama Satuan Kerja Pemerintah Kota Sabang sebagai focal point bertujuan untuk mengkaji hambatan dan tantangan proyek investasi strategis Aceh beserta rekomendasi penyelesaiannya guna percepatan realisasi investasi proyek investasi yang dianggap feasible.
Empat proyek investasi Kota Sabang dalam memberdayakan SDA meliputi Gapang Resort dan Dive Center, Sabang Hill Hotel, Sabang One Stop Service Hospital dan Bango Innovation (BINO) Park Agro Edu Tourism.







