Scroll untuk baca artikel
iklan
Aceh

Buka Raker Pengurus Inshafuddin Aceh 2025, Ini Pesan Wagub Fadhullah

81
×

Buka Raker Pengurus Inshafuddin Aceh 2025, Ini Pesan Wagub Fadhullah

Sebarkan artikel ini
IMG 20250823 212103

Sementara itu, Ketua Umum PB Inshafuddin, Abi Daud, menekankan bahwa Inshafuddin selalu siap dan terus bersinergi dengan pemerintah.

“Kami selalu bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Ke depan, Inshafuddin kabupaten/kota siap membantu pemerintah Aceh dalam memajukan syariat Islam. InsyaAllah kegiatan besar berikutnya akan kita laksanakan di Aceh Tengah,” ujar Abi Daud Hasbi.

Raker PB Inshafuddin 2025 diharapkan melahirkan program strategis yang aplikatif, serta memperkuat peran dayah sebagai pusat pendidikan, benteng akidah, dan pilar pembangunan Aceh yang bersyariat dan bermartabat.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE saat membuka raker menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengurus Besar Inshafuddin atas terselenggaranya rapat kerja ini.

Adapun tema yang diusung tentang sinergitas ulama dan umara dalam memajukan Aceh bersyariat, maju, mulia dan bermartabat, saya rasa sangat tepat dan kontekstual.

Wagub Fadhlullah menyampaikan, sejak dahulu, dayah bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga benteng akidah dan penjaga moralitas. Dayah merupakan kawah candradimuka tempat lahirnya generasi tangguh dan visioner.

“Dayah Inshafuddin sendiri telah menorehkan perjalanan panjang yang penuh makna. Cikal bakalnya dimulai pada tahun 1973, dengan hanya delapan murid dan enam belas guru.

Seiring waktu, lembaga ini berkembang pesat, hingga pada tahun 1998 resmi bertransformasi menjadi Dayah Terpadu Inshafuddin di bawah Yayasan Pembina Inshafuddin,” ucap Wagub Fadhlullah.

Kini, setelah lebih dari setengah abad, Inshafuddin telah melahirkan ribuan alumni yang berkiprah di berbagai bidang, baik itu sebagai ulama, akademisi, cendekiawan, maupun pemimpin muda. Mereka adalah bukti nyata bahwa integrasi antara ilmu agama dan pengetahuan umum mampu melahirkan generasi cerdas, berakhlak, serta berdaya saing.

Girl in a jacket