Ia menambahkan, perubahan yang dilakukan Samsat saat ini bukan sekadar perbaikan prosedural, melainkan transformasi menyeluruh yang bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pendapatan BPKA Saumi Elfiza menegaskan pentingnya inovasi dan integrasi sistem dalam pengelolaan pendapatan daerah. Ia menyebut kolaborasi yang kuat antarinstansi merupakan kunci untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.
Kami mendorong penerapan layanan berbasis digital, penguatan sistem informasi, dan strategi jemput bola untuk menjangkau masyarakat yang belum terlayani. Semua langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pajak sekaligus memperluas basis penerimaan daerah,” ungkapnya.
Selain membahas strategi peningkatan layanan, pertemuan tersebut juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan kelembagaan antarunit pelaksana. Rahmat Syahreza menambahkan bahwa komunikasi lintas sektor sangat penting dalam mengatasi berbagai tantangan yang muncul di lapangan.
Silaturahmi ini bukan hanya seremonial, tetapi sarana untuk bertukar gagasan dan merumuskan solusi konkret yang dapat langsung diterapkan dalam pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Usai pertemuan, rombongan Samsat Banda Aceh melanjutkan kunjungan kerja ke Kantor PT Jasa Raharja Wilayah Aceh. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Kantor PT Jasa Raharja Wilayah Aceh, Panji Akbar Nur Banten, S.E., M.M., AAAIK., PIA., yang menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan layanan Samsat.







