Fadhlullah juga mengapresiasi kerja keras dewan hakim, serta seluruh peserta dari kabupaten/kota se-Aceh. Ia menegaskan pentingnya pembinaan qari dan qariah secara berjenjang mulai dari tingkat gampong hingga provinsi sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Qur’ani Aceh.
“Kepada para juara, kami ucapkan selamat. Teruslah mengembangkan kemampuan dan memperdalam ilmu. Bagi yang belum menang, jangan berkecil hati, karena kesempatan selalu terbuka di masa mendatang,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris, yang akrab disapa Syech Muharram, menyampaikan rasa syukur, terima kasih, dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, pendamping, dan ofisial Kafilah Aceh Besar yang telah berjuang dengan penuh semangat hingga berhasil merebut kembali gelar Juara Umum MTQ Aceh tersebut.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil dari kerja keras, kebersamaan, dan doa seluruh pihak yang terlibat. Terima kasih kepada para qari, qariah, hafizh, hafizah, serta seluruh tim pembina dan pendamping yang telah memberikan usaha terbaiknya untuk Aceh Besar,” ujar Syech Muharram.
Bupati Syech Muharram menegaskan, keberhasilan tersebut bukan semata tentang raihan gelar, melainkan simbol dari semangat masyarakat Aceh Besar dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan sehari-hari.
“Kemenangan ini bukan hanya milik para peserta, tapi milik seluruh masyarakat Aceh Besar. Ini bukti bahwa semangat membumikan Al-Qur’an terus hidup di tanah ini,” tuturnya dengan penuh rasa bangga.







