Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Siswa SMA di Banda Aceh Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Sekolah Bantah Terjadi Kekerasan

353
×

Siswa SMA di Banda Aceh Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Sekolah Bantah Terjadi Kekerasan

Sebarkan artikel ini
IMG 20251124 163523

Kepala sekolah menegaskan, peristiwa bukan terjadi di ruang BK, melainkan di ruang kesiswaan sebagai tempat penyerahan siswa oleh polisi. Wakil Kepala Sekolah disebut sudah mengingatkan petugas agar tidak melakukan kekerasan karena lingkungan sekolah bukan tempat pemeriksaan kepolisian.

Ia juga menyatakan bahwa semua orang tua siswa yang terjaring, bukan hanya orang tua AS telah dipanggil ke sekolah, dan para siswa beserta orang tua sudah menandatangani surat perjanjian untuk tidak bolos lagi.

Terkait ponsel siswa, kepala sekolah menegaskan bahwa seluruh ponsel diserahkan kembali ke pihak sekolah, bukan dibawa oleh polisi.

Tidak Ada Pemukulan, Hanya Tarik-Menarik Ponsel

Pihak sekolah membantah tegas adanya tindak kekerasan fisik. Menurut klarifikasi, yang terjadi adalah “tarik-menarik ponsel” antara AS dan seorang polisi ketika siswa meminta ponselnya kembali.

“Setahu saya tidak ada pemukulan atau kekerasan. Mungkin ada faktor ketidaksengajaan saat tarik-menarik HP antara siswa dan polisi,” tulis kepala sekolah. Guru BK disebut langsung melerai dan menenangkan siswa saat insiden itu terjadi.

Beberapa siswa dari sekolah lain juga disebut sempat terjaring razia, tetapi berhasil melarikan diri. Lima siswa yang berhasil diamankan mengakui mereka berasal dari sekolah tersebut.

Meski pihak sekolah membantah adanya kekerasan, laporan orang tua AS kini telah masuk ke Polda Aceh. Proses penyelidikan masih menunggu tindak lanjut aparat penegak hukum.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan oleh aparat yang seharusnya melindungi. []

Girl in a jacket