“Alhamdulillah akses jalur lintas sudah tembus. Distribusi logistik akan terus dipacu. Terkait jalur lintas Bireuen – Aceh Utara, kita meminta kepada Dinas PUPR Aceh dan BPJN agar jembatan Bailey Awe Geutah segera fungsional untuk jalur alternatif,” ucapnya.
Selanjutnya, M. Nasir mengakui masih ada beberapa lokasi, termasuk di sejumlah daerah seperti Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur, yang masih belum terakses.
Sehingga bantuan logistik pun diupayakan via laut, meskipun pengiriman awal melalui Kuala Idi, Aceh Timur, sempat terkendala.
BBM Disuplai via Udara ke Wilayah Poros Tengah Kondisi terisolir juga melanda wilayah tengah Aceh, seperti Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah (BM), dan Gayo Lues. Untuk menjangkau daerah ini, distribusi bantuan logistik dilakukan melalui udara.
“Bantuan ke sana menggunakan via udara, berkerja sama dengan Kodam IM, Polda Aceh, dan BPPD. Bantuan logistik ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues sudah didistribusikan, baik melalui dropping udara maupun langsung ke wilayah-wilayah terisolir,” jelasnya.
Masalah konektivitas juga menjadi perhatian, dimana jalur darat penghubung Bireuen ke Banda Aceh putus total akibat tiga jembatan yang tergerus banjir. Pemerintah Aceh berencana membangun jembatan bailey Awe Geutah yang diharapkan rampung dalam tiga hari ke depan.
Penyelesaian jembatan bailey ini vital karena akan menembuskan akses jalur Banda Aceh menuju ke Kabupaten Aceh Tamiang.
“Begitu halnya dengan pengerjaan jalan dan jembatan dari Simpang KKA menuju Kabupaten Bener Meriah. Dari hasil data kita peroleh dari tim lapangan, sepanjang 42 kilometer sudah selesai dikerjakan.







