“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Task Force yang telah bekerja tanpa jeda sejak diturunkan pada akhir November lalu,” katanya.
Dengan pulihnya seluruh jaringan kantor, layanan utama perbankan seperti penarikan tunai, penyetoran dana, dan transfer kini dapat diakses kembali secara optimal oleh nasabah.
Selain layanan fisik, Bank Aceh juga memastikan layanan digital tetap berjalan maksimal, termasuk 130 unit ATM/CDM/CRM serta layanan mobile banking yang beroperasi selama 24 jam.
Meski demikian, masih terdapat dua KCP yang operasionalnya belum maksimal akibat belum pulihnya pasokan listrik dan keterbatasan bahan bakar untuk genset. Namun, layanan perbankan bagi nasabah di wilayah tersebut tetap didukung oleh KCP terdekat.
Ke depan, Bank Aceh Syariah menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung fase rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.
Fadhil Ilyas juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan atas dukungan penuh yang memungkinkan Bank Aceh kembali beroperasi secara prima. []






