Ilustrasi/foto/dok. Istimewa.
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Pemerintah Aceh merespons cepat keluhan masyarakat terkait lonjakan harga semen yang dinilai tidak wajar di tengah kondisi bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Dalam dua hari terakhir, Gubernur Aceh menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai kenaikan harga semen yang signifikan di pasaran.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, harga semen di tingkat toko melonjak tajam dari harga normal Rp62.000–Rp64.000 per sak menjadi Rp70.000–Rp80.000 per sak. Bahkan di beberapa kabupaten/kota, harga semen dilaporkan tembus hingga Rp90.000 per sak.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Gubernur Aceh langsung memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait untuk melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pihak-pihak terkait, khususnya produsen semen, PT Semen Indonesia dan PT Solusi Bangun Andalas (Semen Andalas).
Hasil komunikasi Pemerintah Aceh dengan General Manager Semen Andalas menegaskan bahwa tidak ada kebijakan resmi kenaikan harga dari pihak pabrik.
Manajemen Semen Andalas menjelaskan bahwa terhentinya produksi sementara disebabkan oleh bencana banjir yang mengakibatkan padamnya aliran listrik di kawasan Pabrik Semen Lhoknga, Aceh Besar. Kondisi tersebut membuat proses produksi terhenti karena pabrik tidak memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan.
Namun demikian, sejak Selasa malam, pihak Semen Andalas telah kembali melakukan pengemasan semen secara langsung di pabrik dan mendistribusikannya melalui agen dan distributor resmi. Hingga saat ini, sekitar 700 ton semen telah didistribusikan, dan proses produksi serta distribusi terus berlangsung. Kapasitas produksi Semen Andalas sendiri mencapai 5.000 ton per hari.







