Selain itu, Dek Fad juga menyerahkan sertifikat penetapan Masjid Raya Baiturrahman sebagai Cagar Budaya Nasional kepada Wakil Imam Besar Masjid Raya.
Dek Fadh mengatakan, masyarakat Aceh tiap tahunnya memperingati malam Nuzulul Qur’an dengan meriah. Untuk buka puasa sore tadi, disediakan ribuan porsi makanan bersumber dari sumbangan pengusaha, SKPA serta BUMD yang ada di Aceh.
“Hari ini kami menghadirkan hidangan buka puasa lebih kurang 5.000 porsi makanan untuk buka bersama masyarakat yang berbuka di masjid raya ini,” kata Dek Fadh dalam sambutannya.
Mendagri Tito mengatakan, Masjid Raya Baiturrahman bukan hanya ikon Aceh tapi sudah menjadi ikon Indonesia. Tito mengaku bangga dengan masjid itu terlebih saat ini sudah diakui sebagai situs cagar budaya nasional.
“Tadi dengan adanya penyerahan sertifikat situs cagar budaya Indonesia itu membuktikan bahwa ini sebagai sebuah kebanggaan. Ini kebanggaan bangsa Indonesia dan pemerintah secara resmi mengakui ini situs pariwisata Indonesia,” ujar Tito.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, mengatakan, Aceh Ramadhan Festival 2026 berlangsung selama 1–7 Maret 2026 dengan mengusung tema “The Truly Spiritual Journey in Serambi Mekkah.”
Tema tersebut merepresentasikan perjalanan spiritual Ramadan yang menghadirkan harmoni antara ibadah, budaya, ekonomi umat, serta kebersamaan masyarakat Aceh sebagai identitas Serambi Mekkah yang hidup dan menginspirasi.
Festival tahun ini kembali terpilih sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, program strategis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang menghadirkan 125 event terbaik dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.







