Namun demikian, pasca meluapnya air sungai dengan debit cukup tinggi pada 11 Maret 2026 lalu, terjadi pergeseran pada pondasi tiang pancang jembatan yang mengakibatkan kemiringan sekitar 15 derajat pada salah satu bagian konstruksi.
” Meski mengalami pergeseran pada pondasi, kondisi jembatan saat ini masih dapat dilalui kendaraan roda dua dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan. Sementara itu, proses normalisasi serta perapihan jalan penghubung menuju jembatan masih terus dilakukan guna mendukung kelancaran akses masyarakat, ” ujarnya.
Bagi warga sekitar, jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur penghubung, tetapi juga menjadi urat nadi aktivitas kehidupan. Dari jembatan inilah hasil pertanian dibawa ke pasar, anak-anak menempuh perjalanan menuju sekolah, serta roda perekonomian desa terus bergerak, jelasnya lagi.
Sebagai tindak lanjut, perbaikan terhadap bagian pondasi jembatan yang mengalami pergeseran direncanakan akan dilaksanakan setelah perayaan Idul Fitri, sehingga jembatan dapat kembali berfungsi secara optimal dan aman bagi masyarakat.
Upaya ini diharapkan dapat segera memulihkan akses transportasi warga serta menjaga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut, tutup Kabid Humas. []






