Muhammad Syariski, ketua Dewan Pimpinan Pusat Barisan Intelektual Muda Tanah Rencong (DPP BEM-TR). (Foto: Istimewa).
Aceh Singkil, Acehinspirasi.com l Penunjukan Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Syam’un Nasution, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menuai sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Pusat Barisan Intelektual Muda Tanah Rencong (DPP BEM-TR).
Penunjukan tersebut dilakukan oleh Bupati Aceh Singkil, H. Syafriadi Oyon, S.H dalam serah terima Surat Keputusan (SK) yang berlangsung di ruang kerja bupati pada Rabu, 11 Maret 2026.
Ketua DPP BEM-TR, Muhammad Syariski, menyayangkan keputusan tersebut. Ia menilai rangkap jabatan itu mencerminkan lemahnya sumber daya manusia (SDM) di Aceh Singkil, seolah tidak ada lagi figur yang mampu mengisi posisi strategis di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
“Penunjukan ini seakan menunjukkan tidak ada lagi sosok yang layak mengisi jabatan tersebut. Ini menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan,” ujar Syariski, Selasa (18/3/2026).
Selain itu, pihaknya juga menilai bahwa rangkap jabatan berpotensi mengganggu efektivitas kinerja dua instansi sekaligus. Menurutnya, beban tugas yang besar tidak memungkinkan dijalankan secara optimal oleh satu orang pejabat.
Lebih jauh, DPP BEM-TR mengaku mencium adanya dugaan praktik tidak sehat di balik penunjukan tersebut. Mereka menyebut adanya indikasi intervensi dari pihak tertentu, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH).
“Jika benar ada tekanan atau intervensi dalam proses penunjukan ini, maka hal tersebut harus diusut tuntas karena mencederai prinsip pemerintahan yang bersih dan profesional,” tegasnya.







