Pertama, Fadhlullah bertemu secara terpisah dengan Hasan Basri untuk mendengarkan langsung persoalan serta harapannya. Selanjutnya, pada siang hari, ia menerima Sibral Malasyi guna memperoleh perspektif dari pihak yang berbeda.
Memasuki sore hari, Wagub kembali menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat Pidie Jaya yang turut berperan dalam mendorong upaya perdamaian.
Puncaknya, pada malam hari seluruh pihak dikumpulkan dalam satu forum di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh. Melalui dialog yang intens dan konstruktif, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan damai.
Momen rekonsiliasi ditandai tidak hanya dengan berjabat tangan, tetapi juga berangkulan antara Sibral Malasyi dan Hasan Basri, disaksikan oleh Wagub serta para tokoh masyarakat.
“Mediasi ini merupakan langkah cepat Pemerintah Aceh untuk meredam gejolak pemerintahan di Pidie Jaya, agar upaya pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat,” ujar Fadhlullah.
Ia menegaskan, perdamaian tersebut penting demi memastikan roda pemerintahan berjalan stabil, sehingga pembangunan di Pidie Jaya dapat berlangsung lebih efektif dan kondusif.
“Yang terpenting adalah bagaimana pemerintahan dapat kembali berjalan solid, fokus pada pelayanan kepada masyarakat, dan memastikan pembangunan di Pidie Jaya terus bergerak maju,” ujarnya.
Dengan berakhirnya perselisihan ini, diharapkan stabilitas pemerintahan di Pidie Jaya semakin terjaga dan seluruh program pembangunan daerah dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat. []







