Menurut Nabahani, panitia tidak melakukan penggalangan dana secara aktif, melainkan hanya menerima bantuan yang diberikan secara sukarela oleh warga.
Selama proses pembangunan, Mualem juga disebut rutin memantau perkembangan proyek tersebut. Bahkan, sempat ada rencana untuk memasukkan pembangunan masjid ini ke dalam program Pemerintah Aceh, namun tidak dilanjutkan.
“Mualem pernah menyampaikan agar pembangunan dilakukan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan,” kata Nabahani.
Usai menunaikan salat, Mualem menyempatkan diri berbincang dengan panitia dan warga. Diskusi berlangsung cukup lama, membahas perkembangan pembangunan masjid hingga kondisi masyarakat setempat.
Sekitar pukul 18.05 WIB, Mualem beserta rombongan meninggalkan lokasi.
Di kalangan warga Gampong Blang Tue, masjid tersebut kini dikenal dengan sebutan “Masjid Mualem”, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pembangunan rumah ibadah di kampung halaman. []







