“Visi dan misi kami hanya dua, yaitu penegakan syariat Islam dan peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Aceh Besar, mulai dari kawasan hutan, pertanian hingga kelautan. Selain itu, keberadaan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda serta Pelabuhan Krueng Raya dinilai sebagai keunggulan strategis dalam mendukung mobilitas dan masuknya investasi ke daerah tersebut.
Menurutnya, peningkatan ekonomi masyarakat dapat ditempuh melalui berbagai pendekatan yang disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing, termasuk melalui pengembangan sektor peternakan terintegrasi seperti yang ditawarkan investor.
Syech Muharram menegaskan bahwa kehadiran investor memiliki peran penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berkomitmen memberikan kemudahan bagi para investor yang ingin menanamkan modal.
“Kami berharap investasi yang masuk ke Aceh Besar tidak hanya berorientasi pada keuntungan pelaku usaha, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Alqudsi Agri Group, Dr. Syed Ghazaly Alqudsi, menyampaikan bahwa rencana investasi di wilayah Aceh Besar merupakan keputusan yang telah melalui kajian dan pertimbangan matang.
Ia juga memperkenalkan perusahaannya sebagai perusahaan agribisnis global yang berkomitmen mengembangkan sektor budidaya sorgum serta peternakan dan pengolahan daging merah secara terintegrasi.







