Terkait dinamika pemerintahan yang sempat terjadi, Wagub mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengedepankan komunikasi dan dialog sehingga berbagai tantangan dapat diselesaikan dengan baik. Ia juga menilai pengesahan APBK 2026 sebagai langkah strategis dalam menggerakkan kembali roda pembangunan dan pelayanan publik.
Ke depan, berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, akses wilayah, serta potensi bencana alam perlu diantisipasi dengan perencanaan matang dan kerja sama yang kuat.
Pengembangan potensi unggulan daerah juga diharapkan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, termasuk kawasan Ekosistem Rawa Singkil.
Wagub menekankan bahwa seluruh kebijakan dan program pembangunan harus berpihak kepada kepentingan rakyat agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata, terutama oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Usai mengikuti rangkaian kegiatan, Wakil Gubernur juga meninjau Yayasan Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkily di Gunung Mesiar, Aceh Singkil. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian Pemerintah Aceh terhadap pengembangan pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda di daerah.
Mengakhiri kegiatan, Wagub mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan hari jadi ini sebagai momentum untuk terus bergerak maju, menjaga persatuan, serta menghadirkan kemajuan daerah yang berkelanjutan.
“Selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Aceh Singkil. Semoga semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya. []







