Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Hendra Supardi, mengatakan bahwa pelaku UMKM saat ini harus mampu bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi agar tetap kompetitif.
“UMKM hari ini tidak cukup hanya ‘jalan’, tapi harus bisa ‘lari’ mengikuti perkembangan zaman. Kolaborasi ini kami hadirkan supaya pelaku usaha di Aceh bisa langsung adaptif dengan sistem digital tanpa harus ribet mulai dari nol,” ujarnya, Rabu (20/05/2026)
Sementara itu, Direktur Pengembangan Produk dan Ekosistem PosSaku, Muharrir Hasbi, menyebut kerja sama ini sebagai momentum penting dalam memperluas dampak digitalisasi UMKM di Aceh.
“Kami percaya, ketika sistem pembayaran dan pencatatan usaha sudah terintegrasi, pelaku UMKM bisa lebih fokus ke hal yang paling penting: mengembangkan bisnis mereka. Sisanya, biar sistem yang bantu kerja,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, Bank Aceh dan PosSaku menargetkan terciptanya ekosistem UMKM yang lebih tertib administrasi, transparan, dan berbasis data. Integrasi QRIS sebagai metode pembayaran utama juga diharapkan mampu meningkatkan inklusi keuangan di Aceh.
Ke depan, kedua pihak membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk inovasi layanan digital dan program pendampingan berkelanjutan bagi UMKM. Dengan semangat kolaborasi ini, digitalisasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju UMKM Aceh yang lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi. []







