Program kurban BSI tahun ini juga didukung oleh akselerasi transformasi digital melalui aplikasi BYOND by BSI dan kartu pembiayaan BSI Hasanah Card serta kolaborasi dengan 25 Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi, transaksi kurban digital melalui platform BYOND
Masyarakat bisa memanfaatkan pembelian hewan kurban lewat BYOND, maupun BSI Hasanah Card. Kemudahan akses digital dan variasi harga hewan kurban yang inklusif mulai dari Rp1,9 juta untuk kambing menjadi faktor utama meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berkurban melalui BSI. Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem bisnis berkelanjutan Perseroan.
Dukungan BSI Terhadap Pendistribusian Hewan Kurban Secara Nasional
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menegaskan bahwa perbankan syariah harus mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
“Perbankan syariah hadir untuk membawa kemaslahatan yang lebih luas. Kinerja positif yang berhasil diraih BSI harus berbanding lurus dengan peningkatan volume ZISWAF, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung dalam meningkatkan kesejahteraan umat, salah satunya melalui pemerataan distribusi hewan kurban ini,” ungkap Anggoro.
Selain memberikan manfaat sosial, program kurban BSI juga menciptakan multiplier effect bagi sektor UMKM peternakan. Secara nasional, BSI melibatkan 37 peternak lokal, termasuk 19 UMKM dan desa binaan BSI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
BSI juga menerapkan distribusi hewan kurban ramah lingkungan dengan menggunakan besek bambu sebagai bagian dari komitmen sustainability Perseroan. Daging kurban didistribusikan kepada lebih dari 600 ribu penerima manfaat yang terdiri dari masyarakat duafa, wilayah terdampak bencana, serta pesantren. []







