Di akhir aksi, massa meminta Kementerian ESDM segera membuka ruang dialog dengan masyarakat Aceh, Pemerintah Aceh, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.
Fachrul Razi menegaskan bahwa aksi akan terus berlanjut apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons.
“Aksi damai ini merupakan langkah tegas agar agenda audiensi mendapatkan respons serius. Jika Kementerian ESDM tetap menutup mata dan telinga, kami akan melanjutkan aksi hingga ke Istana dengan melibatkan ribuan masyarakat Aceh di Jabodetabek,” ujarnya.
Panitia menyatakan aksi berlangsung tertib dan damai serta telah diberitahukan secara resmi kepada Polda Metro Jaya. Aksi juga dihadiri sejumlah tokoh Aceh, di antaranya Fachrul Razi dan Ghazali Abbas, sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan masyarakat mengenai keadilan dalam tata kelola sumber daya alam Aceh. []







