Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Arus Konten LGBT di Media Sosial Jadi Tantangan, Aceh Dorong Pencegahan Melalui Pendidikan dan Literasi

62
×

Arus Konten LGBT di Media Sosial Jadi Tantangan, Aceh Dorong Pencegahan Melalui Pendidikan dan Literasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260725 101008

Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan sebaiknya tidak hanya mengandalkan pendekatan penegakan aturan, tetapi juga dilakukan melalui langkah-langkah edukatif, persuasif, dan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dr. Akmal menilai Dinas Syariat Islam Aceh memiliki posisi strategis dalam memperkuat pembinaan moral dan pendidikan keagamaan melalui program literasi digital yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam.

Program tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah, dayah, perguruan tinggi, masjid, serta komunitas kepemudaan dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah dan edukasi yang positif.

Selain itu, ia mendorong sinergi antara Dinas Syariat Islam Aceh, Dinas Pendidikan, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), tokoh agama, akademisi, organisasi kepemudaan, serta para orang tua dalam membangun ketahanan moral generasi muda. Menurutnya, pengawasan keluarga tetap menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak di tengah derasnya arus digital.

Beberapa langkah yang dinilai perlu menjadi prioritas antara lain memperkuat literasi digital sejak usia sekolah, meningkatkan pendidikan agama dan akhlak, memperbanyak konten edukatif yang menarik di media sosial, mengoptimalkan pendampingan orang tua terhadap aktivitas digital anak, serta menyediakan layanan konseling dan pembinaan bagi remaja melalui pendekatan yang edukatif dan profesional.

Dr. Akmal menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia Aceh tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari kekuatan karakter, akhlak, dan ketahanan moral. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam membangun generasi muda Aceh yang cerdas, berintegritas, mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama, budaya, dan hukum yang berlaku di Aceh. []

Girl in a jacket