Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Jambore Aksara Aceh Cetak Tunas Bahasa Ibu, 40 Generasi Muda Belajar Aksara dan Sastra Aceh

9
×

Jambore Aksara Aceh Cetak Tunas Bahasa Ibu, 40 Generasi Muda Belajar Aksara dan Sastra Aceh

Sebarkan artikel ini
IMG 20260727 190836

Dalam sambutannya, Dr. Dora juga mengapresiasi konsep kegiatan yang dikemas di ruang terbuka. Menurutnya, suasana tersebut memberikan ruang yang lebih leluasa bagi peserta untuk berekspresi, menyatu dengan alam, sekaligus memunculkan inspirasi dalam mempelajari bahasa dan aksara Aceh.

“Kami berharap dari kegiatan ini akan tumbuh komunitas-komunitas baru yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan aksara daerah,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa Balai Bahasa Provinsi Aceh saat ini sedang melakukan kajian dan analisis terhadap ejaan bahasa Aceh. Karena itu, Jambore Aksara diharapkan menjadi awal lahirnya sinergi yang lebih luas antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga adat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan serta melestarikan bahasa Aceh.

Di akhir sambutannya, Dr. Dora menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar gerakan pelestarian bahasa dan aksara Aceh dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Mucthi, menilai kegiatan seperti Jambore Aksara perlu mendapat perhatian dan dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, generasi muda membutuhkan lebih banyak ruang belajar nonformal untuk mengenal adat, budaya, dan bahasa Aceh sebagai bahasa ibu.

Ketua Penanggung Jawab Umum Jambore Aksara, Yulfan, mengatakan bahwa bahasa dan sastra Aceh merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Aceh, termasuk pada masa Perang Aceh melawan Belanda.

Girl in a jacket