Scroll untuk baca artikel
Ads
Daerah

Sulap Sampah Dapur Jadi Produk Kebersihan, ITERA Dorong Pesantren Hemat Biaya hingga 41,5 Persen

2
×

Sulap Sampah Dapur Jadi Produk Kebersihan, ITERA Dorong Pesantren Hemat Biaya hingga 41,5 Persen

Sebarkan artikel ini
IMG 20260809 233450

Para peserta diperkenalkan pada berbagai jenis bahan yang dapat dan tidak dapat digunakan, rasio formulasi 1:3:10, tahapan pencampuran, proses fermentasi, perawatan selama penyimpanan, hingga tahapan prapanen.

Materi tidak berhenti pada aspek teknis. Tim ITERA juga mengaitkan kepedulian terhadap lingkungan dengan nilai keagamaan, salah satunya melalui QS. Al-A’raf ayat 56 yang mengingatkan manusia untuk tidak melakukan kerusakan di muka bumi.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman para santri bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

Selain mempelajari proses pembuatannya, peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan eco-enzyme, antara lain sebagai pupuk alami untuk tanaman, campuran pembersih lantai, hingga bahan diversifikasi produk kebersihan seperti sabun cuci piring dan detergen ramah lingkungan.

Sawntri Praktik Langsung Membuat Eco-Enzyme dan Sabun

Edukasi semakin menarik karena peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung.
Tim dosen Program Studi Teknik Lingkungan ITERA yang terlibat terdiri atas Suci Wulandari, S.T., M.T.; Aulia Annas Mufti, S.T., M.Eng.; Dr. Raden Putra, S.T.; dan Nabila Putriyandri Alifa, S.T., M.Si.

Bersama mahasiswa KKN, para dosen mendemonstrasikan proses pembuatan eco-enzyme sekaligus tahapan produksi sabun detergen berbasis eco-enzyme.
Melalui praktik tersebut, para santri diajak melihat bahwa sampah organik tidak harus berakhir sebagai limbah. Dengan pemilahan dan pengolahan yang tepat, sisa buah dan sayuran dari dapur dapat diubah menjadi bahan yang memiliki manfaat bagi kebersihan, kesehatan lingkungan, sekaligus berpotensi menghemat pengeluaran.

Girl in a jacket