Scroll untuk baca artikel
Ads
Daerah

Sulap Sampah Dapur Jadi Produk Kebersihan, ITERA Dorong Pesantren Hemat Biaya hingga 41,5 Persen

3
×

Sulap Sampah Dapur Jadi Produk Kebersihan, ITERA Dorong Pesantren Hemat Biaya hingga 41,5 Persen

Sebarkan artikel ini
IMG 20260809 233450

Salah satu peserta, Ran Khairul Anam, mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai potensi sampah organik setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Pertemuan ini menyadarkan kami bahwa sampah bukan sekadar limbah buangan. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah memiliki potensi ekonomi dan manfaat besar bagi masyarakat serta kelestarian lingkungan,” ujar Ran.

Berpotensi Pangkas Biaya Kebersihan Rp386 Ribu

Tidak hanya berbicara mengenai manfaat lingkungan, tim PKM ITERA juga memaparkan sisi ekonomi dari penerapan eco-enzyme di lingkungan pesantren.
Berdasarkan analisis perbandingan biaya, penggunaan sabun berbasis eco-enzyme yang diproduksi secara mandiri diperkirakan dapat menekan pengeluaran operasional kebersihan pesantren hingga 41,5 persen.

Angka tersebut setara dengan potensi penghematan sekitar Rp386.000 dalam kurun waktu kurang lebih 62 hari, dibandingkan dengan penggunaan sabun komersial.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik dapat memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi timbulan sampah, pemanfaatannya menjadi bahan produk kebersihan juga berpotensi meningkatkan efisiensi ekonomi pesantren.

Ketua Pelaksana PKM, Dian Neli Pratiwi, S.Si., M.Ling., mengatakan edukasi eco-enzyme merupakan salah satu bentuk penerapan teknologi tepat guna yang sederhana dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap masyarakat pesantren tidak hanya memahami cara membuat eco-enzyme, tetapi juga mampu menerapkannya secara berkelanjutan. Pengolahan sampah organik dapat menjadi langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, mandiri, dan bernilai ekonomi,” ujarnya.

Girl in a jacket