Dari seluruh cabang perlombaan tersebut, Gerak Jalan Santai menjadi kegiatan yang paling banyak menarik peserta. Menurut Firmansyah, jumlah peserta hampir mencapai 200 orang.
Antusiasme yang tinggi tersebut tidak terlepas dari keterlibatan seluruh unsur keluarga besar Pengadilan Tinggi Banda Aceh.
Peserta tidak hanya berasal dari kalangan hakim, kepaniteraan, kesekretariatan, dan pegawai, tetapi juga melibatkan para istri dan anak-anak warga Pengadilan.
“Makanya pesertanya ramai. Apalagi tidak perlu pendaftaran dan rutenya juga tidak terlalu jauh,” kata Firmansyah.
Peserta menempuh rute sekitar 5 kilometer, dengan titik awal dari Gedung Pengadilan Tinggi Banda Aceh. Dari halaman gedung, peserta bergerak menuju kawasan sepanjang jalan Pendopo Gubernur, kemudian belok ke arah samping Masjid Raya Baiturrahman, dilanjutkan menuju Blang Padang hingga Museum Tsunami, sebelum akhirnya kembali menuju Gedung Pengadilan Tinggi Banda Aceh.
Firmansyah menjelaskan, peserta diwajibkan hadir di kantor sebelum pukul 08.00 WIB dengan mengenakan pakaian olahraga serta atribut bernuansa merah putih sebagai simbol semangat kemerdekaan.
Dalam barisan peserta terlihat Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Dr. Sutio, yang didampingi istrinya. Keduanya berjalan santai di barisan depan bersama para hakim dan istri, diikuti hampir 200 peserta lainnya.
Kemeriahan kegiatan semakin terasa karena panitia juga telah menyiapkan doorprize bagi para peserta. Hadiah yang disediakan berupa suvenir dengan bentuk dan jenis yang unik.







