Di samping itu, SIG terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, jaringan distributor, dan pemangku kepentingan lainnya, guna menjaga distribusi berjalan secara tertib dan efisien. Perusahaan mengimbau seluruh mitra penyalur untuk mengedepankan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab sehingga produk dapat diterima konsumen secara merata.
”Sebagai produsen semen, SIG tidak hanya berupaya menutup kekurangan pasokan karena lonjakan permintaan, tapi juga tidak menaikkan harga. Kami mengimbau jaringan distributor untuk mengelola distribusi dengan efektif dan efisien agar harga eceran di toko terkendali dan tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegas Vita Mahreyni.
Distribusi pasokan semen yang sudah terkendali disambut positif oleh distributor mitra SIG, salah satunya PT Wadah Suci. Kepala Operasional PT Wadah Suci, Emy Rinaldi menjelaskan, permintaan semen yang meningkat di Aceh seiring pesatnya pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah masyarakat pasca bencana. Lonjakan permintaan terjadi pada Juli 2026. Emy bersyukur saat ini kondisi sudah berangsur terkendali dan stabil, pasokan semen juga berjalan lancar.
”Pertengahan sampai akhir Juli permintaan meningkat. Truk – truk sampai mengantri panjang di pabrik. Alhamdulillah sekarang sudah berangsur terkendali dan stabil. Pasokan lancar setiap hari datang. Tapi karena memang permintaan sedang naik, ketika barang datang langsung kami distribusikan,” kata Emy.
Emy mengaku pihaknya mendapat tambahan pasokan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar. Tidak hanya dari fasilitas SIG di Aceh, tambahan pasokan bahkan datang dari Pabrik Indarung PT Semen Padang. Emy menyambut positif gerak cepat SIG Group dalam memulihkan pasokan semen di Aceh.







